Kamis, Agustus 07, 2008

XIV. HANYA AGAMA ISLAM YANG BENAR

Peryataan hanya agama Islam yang benar atas dasar Qs. Ali Imron 3:19, demikian sebagian bunyinya:

"Innaddiina 'indallahil Islam..."
"Sesungguhnya agama di sisi Allah hanya Islam..."

Pernyataan itu sah dan benar-benar saja bagi orang yang beragama Islam, tapi tidak sah dan benar bagi orang yang beragama lain. Masalahnya setiap orang yang beragama mempunyai dasar keyakinan iman yang berlainan, namun demikian ada satu pertanyaan yang harus dijawab yaitu: Apa tujuan orang itu beragama? Intinya kan ingin dimasukkan ke Surga alias diselamatkan dari hukuman neraka jahanam. Sekarang buat apa beragama kalau tidak ada jaminan kepastian keselamatan? Dengan demikian agama itu sepertinya hanya sebatas aktifitas formalitas untuk keperluan legalitas saja. Kalau begitu tepat sekali apa yang sebenarnya asal mula makna dan arti kata agama itu?

Kata AGAMA berasal dari bahasa Sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata yaitu: A=TIDAK, GAMA=KACAU, maka jadi sebuah kalimat TIDAK KACAU. Dengan demikian latar belakang istilah agama itu tidak ada hubungan dan kaitannya dengan Tuhan, ganjaran, Surga atau neraka. Waktu itu agama hanya berfungsi untuk mengatur tatanan kehidupan manusia bermasyarakat dan bersosial, supaya tidak terjadi kekacauan di dalam lingkungan kehidupannya. Maka lahirlah dan terbentuklah suatu peraturan yang disebut AGAMA. Jadi agama itu tidak menyelamatkan karena agama hanya sebuah perangkat tatanan hidup manusia untuk tunduk dan taat segala peraturan hukum dunia dan akhirat.