Selasa, Juli 15, 2008

II. BELAJAR DAN SYIAR

Berawal dari tahun 1986 saya mengalami sebuah musibah kecelakaan kerja. Sehingga berakibat fatal dan merasa sangat gagal total didalam mencita-citakan segala hal. Dari situlah akhirnya saya mengambil suatu keputusan untuk memperdalam ilmu agama Islam sebagai bekal dan persiapan untuk pindah hidup di alam yang lebih kekal. Maka pada tahun 1989, saya masuk ke sebuah Pondok Pesantren mendalami ilmu syariat Islam, kemudian tahun 1992 saya pindah ke Pondok Pesantren Thoriqoh, terus tahun 1996 saya memperdalam ilmu kegaiban di sebuah pulau yang dikenal cukup rawan.

Dari tahun 1997 itu saya mendapat tugas mengemban misi untuk syiar agama Islam, dan waktu itulah saya berambisi sekali untuk mengIslamkan orang-orang Kristen. Kenapa sasaran saya tertuju kepada orang-orang Kristen? Karena Kristen merupakan ancaman yang sangat membahayakan bagi kehidupan generasi Islam yang akan datang. Disamping itu ajaran keKristenan merupakan lawan bubuyutan yang terang-terangan bertentangan dan menjungkirbalikkan aqidah iman orang Islam yang berazaskan ketauqidtan (keesaan) Allah SWT.
Di antara salah satu pertentangannya:

1. Masalah Dogma TRINITAS, TRITUNGGAL yaitu: Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Hal ini dikecam keras ole Qs. Al Maaidah 5:73.

" Laqod kafarol ladziina qoluu innallaha tsalitsutsalatsa, wamaa min ilaahin illaa ilaahun wakhid". Artinya: "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan 'Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga', padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa". Qs. 5:73

Dengan demikian disebut kafir kalau ada orang yang mengatakan Allah itu tiga. Sebab iman orang Islam menegaskan bahwa Allah itu Esa.

"Qul hu wallaahu akhad".
"Katakanlah: "Dialah Allah , Yang Maha Esa"
(Qs. Al Iklash 112:1)

2. Agama Kristen mengajarkan bahwa itu mempunyai Anak, yang disebut dengan istilah Anak Allah.
Hal ini disangkal keras oleh Al Qur'an.

"Lam yalid wa lam yulad".
"Dia (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan" (Qs. Al Ikhlas 112:3)

"rabbinaa maattakhoda shokhibatan walaa walada".

"Tuhan tidak beristri dan tidak pula beranak".
(Qs. Al Jin 72:3)

3. Kristen menekankan bahwa Isa Almasih itu Allah atau Tuhan. Inilah yang sangat ditolak oleh seluruh lapisan umat Islam dari golongan orang yang paling awam sampai ke tingkat golongan orang yang sangat cendekiawan. Sebab hal ini sangat dikecam oleh Al Qur'an dengan keras dan tegas:

"Laqod kafarol ladziina qooluu innalloha huwal masiikhubnu maryama".
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "sesungguhnya Allah ialah Al Masih putra Maryam".
(Qs. Maaidah 5:72)

4. Orang Kristen mengimani dan mempercayai bahwa Yesus (Isa) itu mati dibunuh dan disalib, hal ini juga disanggah dengan tegas oleh Al Qur'an.

"Wa qoulihim innaa qotalnal masiikha 'iisabna maryama rosulallahi wamma qotaluhuu wa maa shalabuhu walaakim syubbiha lahum, wa innalladzii nakh talafuu fiihi lafi syakin minhu, maa lahum bihii min 'ilmin illaa tiba 'adhdhonni wa maa qotaluhu yaqiina".

" Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham (tentang) pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa"
(Qs. An Nissa 4:157)

5. Kitab orang Kristen yang dipegang sekarang sudah tidak suci atau asli lagi, karena sudah disembunyikan dan dirubah.

"Yaa ahlal kitaabi qod jaa akum rasuulunaa yubayyinu lakum katsiirom mimmaa kuntum tukhfuuna minal kitaabi waya'fuu an katsiriin, qod jaa akum minallahi nurun wa kitabun mubiin".

" Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan"
(Qs. Al Maaidah 5:15)

"Afatath mauuna anyu 'minuulakum wakoq kana fariqun minhum yasmauna
kalaamallahitsumma yukharrifunahu minba 'dimaa 'aqo luuhu wahum ya 'lamuun"

"Apakah kamu masih mengharapkan: mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui"
(Qs. Al Baqarah 2:75)

Dengan pernyataan ayat-ayat itu serta ditambah dengan dukungan penjelasan Injil Barnabas yang pada waktu itu saya baca sebagai rujukan. Dimana kesimpulan penjelasan Injil Barnabas mengatakan bahwa: yang disebut atau dikatakan Mesias (Penyelamat) dan Imam Mahdi (Iman Agung) itu adalah Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Melihat data-data yang cukup akurat dan kuat, maka dengan demikian orang Kristen telah distempel dengan label atau dicap dengan sebutan ORANG KAFIR.
Melalui semua penjelasan pernyataan diatas serta dengan sebuah pegangan keyakinan Al Qur'an Surat Ali Imran ayat 19 yang demikian bunyinya:

"Innad diina 'indalllahil Islam",

"Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam"
(Qs. 3:19)

Dengan kata lain hanya agama Islam yang diridhai Allah, hanya agama Islam yang diterima Allah, hanya agama Islam yang dibenarkan Allah, maka semua agama selain islam tidak benar, dengan demikian semua pengikut agama selain Islam orangnya disebut KAFIR.
Melihat kenyataan seperti itulah saya merasa kasihan terhadap orang-orang yang memegang keyakinan ajaran iman keKristenan yang menyembah Nabi Isa Al Masih sebagai Allah Yang Maha Pengasih, Allah Yang Maha Pengampun dosa, Allah yang menyelamatkan umat manusia. Padahal ajaran agama Islam mengatakan Allah itu Mukholafatuhu Lilkhawadhisi (wujud-Nya tidak serupa denga makhluq-Nya). Mengapa Isa Almasih dianggap sebagai Allah yang kelihatan (Kolose 1:15). Sangat mengherankan sebodoh itukah semua orang Kristen, begitu butanya mata rohani semua umat Kristen di dunia ini. Sungguh kasihan benar kalau akhirnya semua orang Kristen itu nanti jadi bahan bakar api neraka jahanam.
Maka dari itu saya berambisi sekali untuk menjelaskan keimanan Islam kepada orang Kristen supaya tidak menyimpang jauh dari imannya. Tetapi ketika saya membaca sebuah majalah rohani orang Kristen, di situ saya temukan penjelasan seorang pendeta yang menguraikan tentang keesaan Tuhan yang diambil dari Ulangan 6:4

"Shema Yisrael Yahweh Elohinu Yahweh Ekhad"
artinya: "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!".

Ternyata orang Kristen sendiri tidak mengimani bahwa Allah itu tiga, tidak seperti yang saya bayangkan selama itu. Jadi sebelum saya pergi mengislamkan orang Kristen, saya memutuskan terlebih dahulu untuk mempelajari tentang iman orang Kristen yang sebenarnya.
Di awal tahun 1997 itulah secepatnya saya melangkah keluar rumah, berangkat menuju ke salah satu daerah Jawa Tengah untuk syiar agama Islam dengan sasaran langsung terjun campur dan berbaur ke rumah orang Kristen untuk mendialogkan keyakinan, keimanan dan kebenaran Ilahi yang hakiki. Setiap hari saya beradu argumentasi bahkan sampai berbulan-bulan saya perdebatkan dengan orang-orang Kristen yang sedang belajar di meja theologia maupun yang sudah menyandang gelar S.Th sampai M.Th, tapi tak satupun orang Kristen pada waktu itu yang sanggup menyanggah dan menggoyahkan keyakinan iman Islam saya, bahkan seringkali saya serang dengan bermacam-macam pertanyaan yang membuat mereka glepotan dan keteteran di dalam memberikan jawaban yang selalu berputar-putar dan sangat menyimpang dari sasaran kebenaran yang semakin membingungkan pikiran.